Krisis, manajemen persiba kerja keras

agen bola – Krisis finansial yang dialami sejumlah tim sepak bola di Tanah Air, termasuk Persiba Bantul membuat managemen harus bekerja ekstra keras agar tim tetap eksis. Sejumlah wacana digulirkan agar tetap bisa mengarungi kompetisi musim depan. Persiba salah satunya yang mewacanakan pengurangan gaji kepada pemain, pelatih dan perangkat tim.

Wacana yang dihembuskan Persiba tersebut bagian dari upaya menghadapi krisis finansial tim. Terlebih sampai saat ini, Persiba baru mengantongi setengah lebih dari total kebutuhan selama semusim ke depan. Dari total kebutuhan sebesar Rp15-20 miliar, Persiba saat ini baru memiliki Rp9-10 miliar. Untuk menutupi kekurangan terasa berat mengingat kick off Indonesian Primier League (IPL) yang diikuti Persiba semakin mepet, yakni 9 Februari mendatang.

Dengan kondisi ini, pengurangan gaji pemain dianggap yang paling rasional. Pasalnya, manajemen Persiba menilai dari seluruh pengeluaran tim sepanjang kompetisi, pengeluaran paling besar pada sektor belanja pemain. Sementara biaya operasional yang menjadi kebutuhan pokok tim jauh lebih rendah dari beban belanja pemain. Perbandingan antara belanja pemain dengan biaya operasional diperkirakan 60% berbanding 40%.

Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo menjelaskan, pemotongan gaji pemain menjadi hal paling realistis jika ingin tetap berlaga di kasta tertinggi musim depan. Pengurangan biaya operasional jelas tidak mungkin. “Biaya operasional tidak mungkin bisa lagi diotak-atik, yang paling realistis adalah pengurangan gaji pemain dan pelatih,” katanya, Rabu (26/12/2012).

Menurut dia, pos untuk biaya operasional tim meliputi pemenuhan kebutuhan tim sepanjang kompetisi seperti konsumsi, biaya transportasi, penginapan untuk laga tandang, kebutuhan hidup pemain selama kompetisi berlangsung, jelas tidak mungkin bisa dikurangi. “Anggaran operasional sudah tidak bisa ditawar. Hanya itu (pengurangan gaji) yang masih bisa ditawar,” imbuhnya.

Pengurangan gaji dianggap yang paling realistis dibanding dengan wacana lain seperti merger dengan tim lain atau ‘melorotkan diri’ ke liga amatir. Untuk merger, Persiba punya fasilitas yang mendukung namun belum tentu ada tim yang kaya raya bersedia merger.

Sedangkan, ke liga amatir biayanya lebih murah karena pemain digaji pas-pasan dan tanpa pemain asing. Namun, pilihan itu pasti akan berdampak luar biasa, termasuk penolakan dari Paserbumi, julukan setia Persiba. – sbobet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s